Tingkatkan Kompetensi Dosen di Era Digital, UPA LUK UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing
Unit Penunjang Akademik Layanan Uji Kompetensi (UPA LUK) UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing pada 28–29 Juli 2026 di Gedung Twin Tower B Lantai 12 UPN “Veteran” Jawa Timur. Kegiatan yang diikuti oleh 23 dosen ini menjadi salah satu upaya penguatan kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta kebutuhan dunia pendidikan dan industri yang semakin dinamis.
Pelatihan dan sertifikasi ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi dosen dalam bidang pemasaran digital. Kompetensi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk aktivitas promosi, tetapi juga mendukung pelaksanaan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra.
Pada hari pertama, Selasa, 28 Juli 2026, peserta mengikuti sesi pelatihan yang membahas konsep dasar Digital Marketing, strategi pemasaran digital, serta pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai media promosi. Pelaksanaan pelatihan juga dilengkapi dengan diskusi, studi kasus, dan praktik sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman dalam menerapkan strategi pemasaran digital pada berbagai konteks.
Materi pada hari pertama disampaikan oleh Kistiawan sebagai pengajar. Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai penerapan Digital Marketing yang relevan dengan kebutuhan saat ini, termasuk bagaimana memilih dan memanfaatkan kanal digital, menyusun strategi komunikasi, serta menggunakan media digital secara lebih efektif untuk mendukung aktivitas profesional dan akademik.
Cakupan kompetensi dalam kegiatan ini juga cukup luas. Berdasarkan poster kegiatan yang dilampirkan pada undangan, Skema Digital Marketing mencakup berbagai kompetensi, mulai dari pengolahan data riset, analisis media sosial, pelaksanaan aktivitas pemasaran digital untuk bisnis ritel, penggunaan media sosial dan aplikasi daring, persiapan konten digital, pengelolaan promosi merek, hingga penggunaan penelusuran situs web dan riset terhadap produk atau merek.
Pada hari kedua, Rabu, 29 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman materi, praktik penerapan strategi Digital Marketing, persiapan asesmen, serta pelaksanaan asesmen sertifikasi kompetensi. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pemahaman dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat dibuktikan melalui proses asesmen sesuai dengan standar kompetensi yang digunakan.
Proses asesmen dilaksanakan oleh Kistiawan dan Mima Kurniasih sebagai penguji kompetensi. Peserta dibagi ke dalam dua kelas agar proses asesmen dapat berlangsung secara lebih tertib, efektif, dan terarah. Dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan proses asesmen dilakukan secara langsung melalui interaksi antara asesor dan peserta, pemeriksaan dokumen, serta pembuktian kompetensi yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman mengenai Digital Marketing, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki melalui proses sertifikasi. Dengan demikian, kegiatan ini mengintegrasikan proses pembelajaran dengan validasi kompetensi sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Kompetensi Digital Marketing menjadi semakin relevan bagi dosen seiring meningkatnya pemanfaatan media digital dalam berbagai aktivitas perguruan tinggi. Penguasaan strategi pemasaran digital dapat mendukung penyebarluasan hasil penelitian, publikasi kegiatan akademik, komunikasi program pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan jejaring dan kolaborasi dengan mitra.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing, UPA LUK UPN “Veteran” Jawa Timur terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap transformasi digital. Kompetensi yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta mendukung peningkatan kualitas layanan dan aktivitas akademik berbasis digital. (tama)
