Pelatihan Software Rietica Tingkatkan Kompetensi Analisis Data Difraksi Peserta

Pelatihan Software Rietica Tingkatkan Kompetensi Analisis Data Difraksi Peserta

March 5, 2026 Berita UPA LUK 0

Selasa, 24 Februari 2026, Tim Bidang Pendidikan dan Pelatihan, UPA LUK, UPN “Veteran” Jawa Timur telah melaksanakan Pelatihan Software Rietica secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Dr. Alif Rosyidi Hilmi, M.Si., dosen Program Studi Fisika UPN “Veteran” Jawa Timur, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai penggunaan perangkat lunak Rietica dalam analisis struktur kristal berbasis metode Rietveld.

Rietica merupakan perangkat lunak berbasis Graphical User Interface (GUI) yang dikembangkan oleh B. Hunter pada tahun 1998 dan digunakan untuk analisis Rietveld. Dalam pelatihan ini, Dr. Alif menjelaskan bahwa metode Rietveld adalah teknik pencocokan pola difraksi terhitung dengan data difraksi terukur menggunakan pendekatan kuadrat terkecil (least-squares). Metode ini memungkinkan peneliti memperoleh parameter kisi, posisi atom, parameter termal, hingga analisis kuantitatif fasa secara akurat.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk mendukung kemampuan peserta dalam melakukan analisis struktural dan kuantitatif secara lebih presisi. Dalam paparannya, pemateri memandu peserta mulai dari tahap awal sebelum refinement, seperti identifikasi fase, penyesuaian format data (.cpi, .xy, .dat), pengumpulan data kristalografi, hingga pembuatan model pola difraksi terhitung. Peserta juga diajak mempraktikkan proses simulasi pola, pengaturan parameter phase scale dan background, serta memahami strategi urutan penghalusan (refinement) yang sistematis.

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya literasi teknologi dalam riset sains material. Kemampuan mengoperasikan software analisis seperti Rietica menjadi bekal penting bagi mahasiswa, peneliti, maupun praktisi dalam meningkatkan kualitas penelitian berbasis data eksperimen.

Pelatihan ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 4 (praktisi mengajar di kampus), IKU 5 (hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional), serta IKU 6 (program studi bekerja sama dengan mitra). Di samping itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4, yaitu pendidikan berkualitas, melalui penguatan kompetensi digital dan akademik peserta secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta semakin terampil dalam melakukan analisis difraksi sinar-X secara mandiri dan mampu menghasilkan riset yang lebih akurat, sistematis, dan berdaya saing. (zahro_red.)